Jalan Sultan Agung No. 42, Karangklesem, Purwokerto
(0281) 6841836
unupurwokerto@gmail.com

ACTIVITY-TEKNOLOGI PANGAN: MULAI DENGAN BASMALLAH, TEMA FOODTECH MENGAJI TEMATIK MALAM JUMAT DARI DEPT. OF ISLAMIC AFFAIRS AND CHARITABLE ACTIVITY – HIMITEPA

Kuliah Sambil Berwirausaha Di Sini Tempatnya!!!

e-Foodtech Future – Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto melalui Himitepa (Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan) terus melakukan upaya peningkatan kompetensi melalui pendekatan hardskil dan softskil. Salah satu penguatan softskil mahasiswa dilakukan dengan Kajian Islami Malam Jumat dengan nama kegiatan FoodTech Mengaji Tematik. FoodTech Mengaji Tematik merupakan varian kegiatan lainnya yang sudah berjalan secara berkelanjutan, yaitu FoodTech Mengaji Khataman.

Dept. of Islamic Affair and Charitable Activities, Himitepa selaku organizer kegiatan ini mengangkat tema “pentingnya basmallah” pada FoodTech Mengaji Tematik, Kamis, 4 Juni 2020. Acara dibuka oleh Ketua Dept. of Islamic Affair and Charitable Activities, Maslakhatun Malia. Malia, demikian biasa dipanggil menyampaikan, semoga acara ini diberi ke-Istiqomah-an dan dapat menjadikan ladang ilmu yg bermanfaat bagi kita semua.

Sebagai opening speech, Official Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, keutamaan membaca basmalah atau bismillahirrahmanirrahim sangatlah besar. Bacaan ini tak sekadar bacaan singkat tanpa makna. Lebih dari itu ada banyak makna dan rahasia di balik tuntunan membaca kalimat thayyibah tersebut.

Menurut penjelasan para ahli tafsir, setidaknya ada empat makna yang terkandung dalam basmalah: Pertama, kata bi kalau dikaitkan dengan ”kekuasaan dan pertolongan”, maka si pengucap menyadari bahwa pekerjaan yang dilakukannya terlaksana atas kekuasaan Allah. Dia memohon bantuan-Nya agar pekerjaannya dapat terselesaikan dengan baik dan sempurna. Kedua, rahasia penting mengapa basmalah didahulukan bagi semua pekerjaan, erat kaitannya dengan prinsip ”la ilaha illa Allah”. Yakni, dengan menjadikan Allah sebagai sebab utama dalam semua tindakan. Ketiga, Allah adalah Zat yang wajib ada, satu-satunya yang mempunyai hak segenap pujian, dan nama termulia yang pernah ada. Tatkala seorang Muslim menyebut nama Allah dalam basmalah, berarti dia telah mendeklarasikan nama teragung di semesta. Keempat, ada dua sifat kesempurnaan yang ditekankan dalam basmalah, ar-Rahman dan ar-Rahim. Ar-Rahman adalah curahan rahmat-Nya secara aktual yang diberikan di dunia ini kepada semua makhluk-Nya. Sedangkan ar-Rahim adalah curahan rahmat-Nya di akhirat kelak kepada mereka yang beriman.

Secara akidah, mengucapkan basmalah merupakan bentuk permohonan dan penghambaan. Maka, akan tertanam dalam diri kita rasa lemah di hadapan Allah SWT. Namun, pada saat yang sama, tertanam pula kekuatan, rasa percaya diri, dan optimisme karena merasa memperoleh bantuan dan kekuatan dari Allah. Apabila suatu pekerjaan dilakukan atas bantuan Allah, pasti dia sempurna, indah, baik, dan benar karena sifat-sifat Allah ”berbekas” pada pekerjaan tersebut.

Kajian inti kajian tentang pentingnya basmallah yang disampaikan oleh Gus Baha didengarkan dengan khidmat oleh seluruh Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto secara online. Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar dan senantiasa membawa keberkahan untuk semua.

Teknologi Pangan: Kreatif, Inovatif, Luar Biasa
Teknologi Pangan: Developing Creative and Innovative Future

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *