Jalan Sultan Agung No. 42, Karangklesem, Purwokerto
(0281) 6841836
unupurwokerto@gmail.com

PERSPECTIVE-TEKNOLOGI PANGAN: EDIBLE PACKAGING UNTUK KEMASAN PANGAN

Kuliah Sambil Berwirausaha Di Sini Tempatnya!!!

e-Foodtech Future – Edible packaging telah menarik perhatian beberapa tahun terakhir karena keuntungan dan kelebihannya dibandingkan pelapis sintetis. Keuntungan dari edible packaging adalah dapat melindungi produk pangan, penampakan asli produk dapat dipertahankan dan dapat langsung dimakan, serta aman bagi lingkungan.

Packaging edible ini merupakan salah satu inovasi baru yang ramah lingkungan. Sebenarnya apa kemasan edibel packaging? Inovasi edibel packaging ini adalah pembuatan kemasan makanan yang dapat dikonsumsi. Berbahan dasar alami dipadukan dengan pemanfaatan tekonologi sehingga dapat membuat kemasan makanan yang dapat dimakan juga oleh konsumen. Jenis kemasan makanan ramah lingkungan yang ketiga adalah inovasi kemasan edibel packaging.

Awal kemunculan kemasan edible packaging ini tidak lain adalah penggunaan kemasan yang tidak ramah lingkungan. Sehingga, banyak penelitian yang mencoba mencari solusi alternatif pengganti plastik. Edible packaging merupakan salah satu kemasan makanan masa depan yang kini mulai diperkenalkan kepada dunia.

Edible packaging dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu yang berfungsi sebagai pelapis (edible coating) dan yang berbentuk lembaran (edible film). Edible coating banyak digunakan untuk pelapis produk daging beku, makanan semi basah (intermediate moisture foods), produk gula-gula, ayam beku, produk hasil laut, sosis, buah-buahan, dan obat-obatan, terutama untuk pelapis kapsul.

Peredaran produknya juga masih jarang ditemukan di pasaran, jadi masih banyak konsumen yang belum mengetahuinya. Diharapkan kedepannya kita sudah dapat beralih ke jenis kemasan baru ini . Edible packaging dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia pada alam seperti wax, cellulose, CMC, plasticizers, dan air.

Dalam proses pembuatannya juga  cukup mudah yakni dengan meracik bahan tersebut secara tepat agar dapat menghasilkan edible packaging. Selain itu, penggunaan limbah cangkang kepiting dan udang juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan kemasan ini karena mengandung senyawa yang bernama  kitin dan kitosan.

Kavadya Syska, Koordinator Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto menyampaikan bahwa edible packaging ini sangat aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping. Akan tetapi, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui tingkat keamanannya. Hingga, siap untuk dikembangkan ke skala industri. Meskipun sebenarnya kemasan ini sudah banyak ditemukan pada produk sosis, namun penggunaanya masih di kombinasikan dengan kemasan plastiK. Kemasan ini juga dapat bermanfaat sebagai agen penambah masa simpan produk karena sirkulasi udara ke bahan bersifat minimal, sehingga proses respirasi dapat ditekan. Selain itu, kombinasi dengan zat antioksidan juga dapat dilakukan untuk menambah sifat fungsional bahan pangan yang dikemas.

Sumber: wawancara dan olah pustaka

Teknologi Pangan UNU Purwokerto: Kreatif, Inovatif, Luar Biasa
Teknologi Pangan UNU Purwokerto: Developing Creative and Innovative Future

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *