PENILAIAN KEMAJUAN PELAKSANAAN PKM 2020 LAYANG-LAYANG PENYEBAR PUPUK DAN PESTISIDA PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA-KARSA CIPTA MAHASISWA TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM

Pemupukan merupakan kegiatan pertanian yang memiliki peran besar dalam peningkatan produktivitas pertanian. Di Indonesia, kegiatan pemupukan masih dilakukan secara konvensinal meski di beberapa Negara dengan pertanian maju telah menggunakan teknologi digital untuk mengoperasikan alat pembantu pemupukan sehingga pemupukan lebih efisien dan ekektif. Bahan kimia yang terkandung dalam pestisida maupun pupuk berbahaya bagi kesehatan manusia bila terlibat kontak fisik secara berlebihan. Residu pestisida bersifat karsinogenik (menyebabkan penyakit kanker) dan secara umum berdampak buruk bagi kesehatan dan juga lingkungan. Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan ada 25 juta kasus keracunan pestisida yang terjadi setiap tahunnya atau sekitar 68.492 kasus setiap harinya. Bahkan di Negara yang belum berkembang lebih dari 60% kasus kematian akibat pestisida.

Layang-layang penyebar pupuk dan pestisida merupakan salah satu langkah untuk meminimalisir adanya kontak langsung petani dengan pupuk dan pestisida. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa yang diadakan oleh Kementirian Pendidikan Dan Kebudayaan, Mahasiswa Teknik Pertanian menuangkan ide layang-layang penyebar Pupuk dan Pestisida. Kegiatan mulai dilaksanakan usai adanya pembekalan PKM 5 bidang oleh Belmawa.

Pada akhir bulan Agustus hingga akhir bulan September. Adanya pandemic Covid-19 yang melanda hampir diseluruh dunia, kegiatan dilaksanakan secara daring dan luaran yang dicapai merupakan desain konsep dalam bentuk virtual. Desain komponen layang-layang di desain dengan standar umum bentuk layangan dengan bagian tumpul di bawahnya dan dilengkapi ekor sebagai penyeimbang agar layang-layang lebih stabil. Ukuran diameter 1 layangan adalah 100 cm dan diameter 2 adalah 150 cm. Desain Box Puisi berupa kubus dengan panjang sisi 30 cm. Box ini terbuat dari akrilik dimana di bawahnya terdapat tutup yang tersambung dengan tali pengait untuk membuka pupuk pada daerah yang diinginkan. Kerangka layangan dan titik pusat pengendali layangan terbuat dari bambu sedangkan bahan layang-layang sendiri terbuat dari plastik roll, dan bahan Tali layangan menggunakan tali nilon kristal. Spinning reel yang berfungsi mengatur tali dan arah layang-layang ditempatkan sebagai pusat pengatur.

Rencana untuk tahap selanjutnya yaitu penelitian rancang bangun desain Layar Puisi, penelitian kajian penentuan desain Layar Puisi berdasarkan analisis kebutuhan, analisis morfologi dan analisis structural, uji aerodinamis, tagang tali dan kinerja Layar Puisi, uji Efektifitas dan Efisiendi desain prototype. Setelah melalui uji kelayakan dan penerimaan di masyarakat, layang-layang penyebar pupuk dan pestisida tersebut kemudian dapat diwujudkan dalam produk tiga dimensi. Besar harapan saat produk layar Puisi sudah terwujud, layang-layang penyebar pupuk dan pestisida ini ke dunia industri sehingga layang-layang ini akan diproduksi dan didistribusikan demi menunjang kegiatan pertanian secara lebih efisien dan efektif.

Menindaklanjuti tahapan program PKM-KC, pada tanggal 1-14 Oktober 2020 dilaksanakan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM tahun 2020 secara daring. PKM-KC LAYAR PUISI berkesempatan melakukan presentasi laporan kemajuan pada hari Senin, 05 Oktober 2020 dengan dua reviewers yaitu Bapak Dewa Gede Raka Wiadnya dan Bapak Sugeng Santoso. Kegiatan PKP2 ini dilaksanakan secara daring dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh pihak Simbelmawa. Durasi persentasi laporan kemajuan selama 20 menit, 10 menit untuk presentasi, dan 10 menit untuk sesi tanya jawab dengan reviewers. Penyusunan laporan akhir diajukan setelah PKP2 diakhir bulan Oktober, sedangkan pengumuman tim yang lolos PIMNAS akan diumumkan kemudian. Besar harapan jika PKM-KC LAYAR PUISI akan masuk PIMNAS dan membawa nama baik UNU Purwokerto sebagai kampus baru yang berprestasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *