OVERVIEW-TEKNOLOGI PANGAN: INOVASI MENYEHATKAN DENGAN MIE WARNA-WARNI

e-Foodtech Future – Makanan dengan tampilan menarik memang menggugah selera. Begitupula dengan mie berwarna-warni cerah. Apalagi jika pewarna yang digunakan alami, tidak perlu was-was menyantap hidangan favorit ini. Lalu darimana warna alami tersebut ya?

Penggunaan air dalam pembuatan mie biasanya 38% dari berat terigu dan jika ingin membuat mie warna-warni, disarankan untuk mengambil warnanya dari ekstrak sayuran atau umbi-umbian yang dijus dan berat cairan jus tetap mengacu 38 % dari berat terigu. (1) Mie merah terbuat dari bit yang direbus atau dikukus, dihaluskan, lalu dicampur bersama adonan mie. (2) Mie hijau bisa dibuat dari bermacam-macam sayuran hijau, seperti bayam, kangkung, dan sawi hijau. Namun, sawi paling baik karena warna hijau dan daya tahan mie nantinya paling bagus dibanding menggunakan bayam dan kangkung. (3) Jika mie merah terbuat dari bit, mie ungu mengandung campuran ubi ungu yang dihaluskan. (4) Jus wortel umum digunakan dalam pembuatan mie oranye. Demikian disampaikan oleh Kavadya Syska, Koordinator Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto.

Karena banyak penggemarnya, beberapa penjual membuat racikan mie ayam sehat. Dengan warna cantik, mie dibuat dengan pak choy hingga charchoal. Gimana rasanya? Mie ayam biasa dikenal dengan warna putih kekuningan. Akan tetapi, beberapa restoran justru membuat kreasi unik dengan menambahkan warna pada mie ayam. Ada warna merah, hijau, oranye bahkan hitam. Mie warna-warni ini juga dibuat dengan berbagai macam bahan alami seperti bayam, sawi hijau, pak choy, wortel hingga bit. Untuk warna hitam, charcoal atau bubuk arang dan tinta cumi juga sering dijadikan bahan tambahan.

Walaupun menyehatkan, tapi jika dibuat dengan racikan yang kurang tepat tentu rasanya akan berbeda dan justru muncul semburat rasa pahit. Mienya dibuat dengan campuran terigu, telur dan air yang diuleni hingga kalis. Untuk membuat mie hijau ataupun hitam yang enak, bisa menggunakan campuran sayuran berwarna hijau dan juga charcoal.

Dalam proses pembuatannya, terigu, telur, air serta sari pak choy diuleni hingga kalis. Sayur pak choy diambil sarinya dengan menggunakan mesin juicer sehingga tidak ada ampasnya. Untuk mendapatkan warna mie hitam, digunakan charcoal atau arang bambu. Arang yang digunakan sebagai pewarna makanan bukanlah arang sisa hasil pembakaran. Arang ini sebenarnya adalah zat karbon yang sudah melalui tahap proses pemurnian sehingga tidak mengandung zat kimia lain.

 

Sumber: wawancara dan olah pustaka

Teknologi Pangan UNU Purwokerto: Kreatif, Inovatif, Luar Biasa

Teknologi Pangan UNU Purwokerto: Developing Creative and Innovative Future

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *