INGREDIENT-TEKNOLOGI PANGAN: MENGENAL PROBIOTIK DAN PREBIOTIK PANGAN SERTA MANFAATNYA

e-Foodtech Future – Di era kompetitif saat ini, seringkali berbagai usaha telah dilakukan, agar bisnis produk pangan tetap berjalan dengan lancar yaitu dengan menghasilkan produk yang sedang tren, ‘convenience’, berlabel ‘organik’, dan memiliki manfaat bagi kesehatan seperti jenis produk yang tergolong pangan fungsional. Klaim memiliki manfaat kesehatan adalah salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah dan ternyata klaim tersebut mampu digunakan untuk menaikkan level profit.

Kavadya Syska, Koordinator Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, mengatakan bahwa peningkatan pasar pangan fungsional saat ini juga didukung oleh peningkatan kesadaran konsumen atas kesehatan dirinya. Kesadaran konsumen atas penurunan kebugaran karena kesibukannya yang meningkat, kurang olah raga, kurang tidur, kurang teratur jam makan dan istirahat, stress karena beban pekerjaan maupun lingkungan kerja, menyebabkan konsumen memilih jalan pintas untuk menjaga kesehatan tubuhnya, di antaranya adalah memilih pangan yang berlabel fungsional, terlebih saat pandemi Covid-19 sekarang ini.

Di lain pihak, informasi tentang pangan fungsional juga semakin terbuka, sehingga membuka peluang bagi para industri untuk mengisi pasar ini dengan beraneka jenis produk. Di pasaran pun telah banyak dikembangkan berbagai jenis inovasi produk pangan fungsional, di antaranya yang mengandung probiotik, prebiotik, ataupun gabungan dari keduanya.

Prebiotik adalah senyawa natural dalam makanan yang tidak dapat dicerna usus, berfungsi sebagai suplemen untuk mendorong pertumbuhan mikroorganisme baik dalam sistem pencernaan. Prebiotik bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan pencernaan dan berpotensi meningkatkan penyerapan kalsium. Yang termasuk prebiotik adalah fruktooligosakaarida seperti inulin dan galaktooligosakarida. Sumber prebiotik ada di sekitar kita, yaitu: pisang, bawang merah, bawang putih, daun bawang, asparagus, artichoke, kedelai dan gandum, buah-buahan, kacang polong-polongan, serta bawang prei.

Probiotik adalah mikroorganisme hidup atau bakteri baik yang secara natural ada di dalam usus. Kultur baik ini membantu menyeimbangkan flora di usus. Fungsinya untuk kesehatan secara keseluruhan, kebaikan pencernaan dan meningkatkan sistem imun. Probiotik digunakan untuk membantu mengatasi sindrom iritasi usus besar. Beberapa strain probiotik dapat membantu mencegah gejala alergi tertentu, mengurangi gejala intoleransi laktosa dan banyak lagi. Istilah Probiotik diperkenalkan kepada masyarakat umum melalui industri suplemen makanan dan minuman, padahal sebenarnya kita sudah memperoleh bakteri baik tersebut semenjak kita dilahirkan. Probiotik dapat ditemui pada produk makanan, seperti yoghurt dan kimchi, serta beberapa suplemen dalam bentuk minuman, kapsul, atau bubuk. Sedangkan prebiotik dapat ditemui dalam gandum, kacang kedelai, serta sayur dan buah, seperti bawang putih, bawang bombai, daun bawang, asparagus, dan pisang.

Probiotik dan prebiotik memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan tubuh, antara lain:

  • Membantu mengatasi gangguan pencernaan, sepert diare dan sembelit.
  • Mengurangi gejala radang usus.
    Mencegah diare terkait pemakaian antibiotik.
  • Menjaga kesehatan saluran cerna.
    Membantu mengatasi penyakit kulit, seperti eksim.
  • Menjaga kesehatan saluran kemih dan area kewanitaan.
  • Mencegah alergi, pilek, dan infeksi saluran napas atas.
  • Menjaga kesehatan mulut.

Akhir-akhir ini, tersedia juga produk suplemen sinbiotik, yaitu produk kombinasi dari prebiotik dan probiotik. Saat hendak mengonsumsi probiotik atau prebiotik, sebaiknya pilihlah produk yang kandungan prebiotik dan kadar seratnya tinggi, karena produk ini baik untuk kesehatan usus. Selain dengan mengonsumsi probiotik atau prebiotik, lengkapi juga pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Hindari asupan makanan tinggi gula dan tinggi lemak, karena dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri merugikan yang berpotensi menimbulkan penyakit.

Sumber: wawancara dan olah dari pustaka

Teknologi Pangan: Kreatif, Inovatif, Luar Biasa
Teknologi Pangan: Developing Creative and Innovative Future

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *