LPD UNU Purwokerto Beri Penguatan Kepala Sekolah Se-Kabupaten Banyumas

Lembaga Penyelenggara Diklat Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto (LPD UNU Purwokerto) diberi amanat untuk bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) mengadakan Diklat Penguatan Kepala Sekolah jenjang TK, SD, dan SMP di Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dibiayai oleh Bantuan Pemerintah (Banpem).

Keberhasilan seorang kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan tidak terlepas dari kompetensi dan kemampuannya menjalankan tugas, peran, dan fungsinya sebagai kepala sekolah. Oleh karena itu, diklat penguatan kepala sekolah bertujuan untuk memperdalam kemampuan kepala sekolah dalam memimpin dan mengelola satuan pendidikannya, serta memiliki performa sebagai kepala sekolah bagi seluruh warga sekolah. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah /Madrasah, Kepala sekolah dituntut memiliki lima dimensi kompetensi, yaitu dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Hal ini disebutkan juga dalam tugas pokok kepala sekolah (kepala satuan pendidikan) sebagaimana PP Nomor 19 Tahun 2017 pasal 15 ayat 1 butir B pasal 54 ayat 1 bahwa beban kerja kepala satuan pendidikan sepenuhnya untuk pelaksanaan tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan.

Diklat penguatan kepala sekolah angkatan pertama ini diikuti oleh sebanyak 174 peserta yang terbagi dalam 5 kelas (kelas A, B, C, D, dan E). Peserta terdiri dari 53 orang jenjang TK, 106 orang jenjang SD, dan 15 orang jenjang SMP. Kegiatan diklat dilaksanakan selama 8 (delapan) hari pada tanggal 16 – 23 September 2019 di Meotel Purwokerto.

Proses pembelajaran adalah kegiatan tatap muka dengan materi Manajerial, Supervisi Guru dan Tendik, Kepemimpinan, dan Kewirausahaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan andragogi, yang lebih menitik beratkan pada proses pemecahan masalah daripada proses pemberian mata pelajaran. Model ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang terpadu antara aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap dengan pengalaman empirik sesuai dengan karakteristik peserta diklat. Selain itu, kegiatan diklat juga menggunakan pendekatan kontekstual dengan dengan metode: problem-solving, diskusi, presentasi, dan lain-lain yang sesuai dengan permasalahan di sekolah peserta Diklat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *