HALALFOOD-TEKNOLOGI PANGAN: RT-PCR (REAL TIME-POLYMERASE CHAIN REACTION) UNTUK MENENTUKAN KEHALALAN PRODUK PANGAN

e-Foodtech Future – Bagi seorang muslim status halal suatu produk pangan maupun obat-obatan sangat mutlak yang harus dipenuhi. Produk yang beredar dipasaran harus terbebas dari kandungan babi atau bahan lain yang menyebabkan produk tersebut tidak lagi halal.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan mayoritas beragama muslim dengan jumlah populasi sebesar 209,1 juta jiwa atau setara 87,2 % dari total penduduk menurut The Pew Forum on Religion Public Life. Tingginya jumlah penduduk muslim di Indoensia berpengaruh pada gaya hidup halal yang menjadi landasan dalam pemilihan produk. Sehingga pemerintah menerbitkan peraturan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UUJPH) yang dapat melindungi dalam pemilihan produk hingga ke tangan konsumen.

Kavadya Syska, Koordinator Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto yang juga merupakan Penggagas Pusat Pangan Halal UNU Purwokerto menjelaskan bahwa Metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dapat mendeteksi kandungan babi maupun alkohol untuk dapat memastikan kandungan tersebut terbebas dari cemaran babi. RT-PCR dapat menjadi metode pengujian utama yang memiliki sensitivitas dan spesifitas yang tinggi, serta dapat mendeteksi sampel dalam jumlah yang banyak dan waktu yang singkat. RT-PCR merupakan teknik kuantitatif untuk memantau kemajuan reaksi PCR pada waktu real-time. Perhitungan secara kuantitatif dimungkinkan karena produk PCR (DNA, cDNA, maupun RNA) relatif sedikit.

RT-PCR digunakan untuk mengendalikan DNA target dari suatu organisme yang bertujuan untuk mengetahui kualitas DNA target. Selain itu, alat ini juga dapat melihat kualitas DNA secara relative, ekspresi gen (kuantifikasi mRNA), deteksi keberadaan DNA target, menentukan jenis SNP (Single Nucleotide Polymorphism), Menentukan kurva Tm (Melting Curve), dan melakukan screening High Resolution Melting (HRM).

Instrumen RT-PCR bekerja berdasarkan prinsip PCR. Namun berbeda dengan instrument PCR konvensional, dengan RT-PCR, kita dapat mengamati proses penggandaan DNA target secara real-time dari satu PCR ke siklus selanjutnya tanpa perlu melakukan elektroforesis (agarose) untuk melihat hasilnya.

Sumber: wawancara dan olah pustaka

Teknologi Pangan: Kreatif, Inovatif, Luar Biasa
Teknologi Pangan: Developing Creative and Innovative Future

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *