KIDS-TEKNOLOGI PANGAN: MENGENAL ASAL MULA ES KRIM

e-Foodtech Future – Es krim? Hmm..yummy! Siapa tak suka panganan lezat ini. Kalangan tua-muda bahkan anak-anak doyan pastinya. Apalagi disantap pas musim panas. Tentunya es krim menjadi sang penyelamat di suasana terik. Saat hawa dingin pun es krim asyik-asyik saja untuk dinikmati. Sekarang ini, tak sulit untuk mencari/membeli es krim. Kita tinggal ke warung sebelah, tinggal tunjuk mana es krim yang diinginkan.

Zaman sekarang, banyak es krim dijual di supermarket. Popularitas es krim sebagai hidangan makin melonjak. Toko-toko dan restoran menawarkan beragam produk es krim. Sekarang inilah era atau generasi baru penggemar es krim demikian disampaikan oleh Kavadya Syska, Koordinator Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto.

Pernahkah membayangkan masa beratus-ratus tahun lalu, saat awal mula es krim belum populer? Dahulu kala, orang harus bersusah payah untuk bisa mendapatkan apa yang sekarang dinamakan es krim ini. Pada zaman itu, mereka harus mengambil es dari salju yang turun. Nah, berdasarkan catatan sejarah, es krim diperkirakan muncul pertama kali pada abad kedua Sebelum Masehi. Akan tetapi tidak diketahui secara pasti kapan dan siapa penemu atau sosok yang mempopulerkannya.

Es Krim di Eropa: Lebih dari seribu tahun kemudian, alkisah Marco Polo sang penjelajah lautan kembali ke Italia setelah menempuh perjalanan dari Timur Jauh. Ia membawa oleh-oleh resep yang mirip apa yang sekarang disebut serbat (bubuk soda). Nah, sejarawan memperkirakan bahwa resep ini berkembang menjadi es krim kira-kira pada abad ke-16. Dimasa itu yang namanya hidangan dari es adalah hidangan untuk kaum bangsawan dan orang-orang kaya. Es merupakan hidangan mewah. Apalagi ketika itu listrik belum ditemukan. Orang berusaha membuat es dengan cara membuat mesin minyak tanah. Mereka tidak lagi harus menunggu musim salju tiba, tapi dengan teknologi bisa membuat air beku.

Berbeda dengan resep aslinya, es krim Italia dikombinasikan dengan sirup dan campuran es. Es krim ala Italiano inilah yang kemudian dinikmati oleh Kaum Bangsawan Eropa dan menyebar ke seluruh dunia. Pada waktu bersamaan atau bahkan lebih awal dibanding Italia, Inggris konon “menemukan” es krim. Menu yang disebut dengan “Cream Ice,” disajikan secara teratur di atas meja Charles I pada abad ke-17. Di Ingris, Nancy Johnson, wanita asal New England, membuat mesin es krim manual pada 1846. Pada 1848, penemuannya ini kemudian dipatenkan oleh William G. Young dengan nama “Johnson Patent Ice-Cream Freezer”. Sementara, di Prancis, dipopulerkan makanan penutup serupa dengan es krim pada tahun 1553 oleh Italia Catherine de Medici, ketika ia menjadi istri Henry II dari Perancis. Lalu pada tahun 1660 bahwa es krim sudah dapat diproduksi dan tersedia untuk masyarakat umum. Tidak lagi utuk kelas bangsawan. Sisilia Procopio memperkenalkan resep pencampuran susu, krim, mentega dan telur di Café Procope, kafe pertama di Paris.

Es Krim di Amerika: Bagaimana di Amerika? Nah, untuk yang pertama kali secara resmi istilah es krim muncul dari sebuah surat yang ditulis pada tahun 1744 oleh seorang tamu Gubernur Maryland, Bladen William. Untuk pertama kali, iklan es krim di Amerika muncul di Berita New York pada 12 Mei 1777, ketika itu Philip Lenzi mengumumkan bahwa es krim tersedia hampir setiap hari.

Catatan yang disimpan oleh pedagang Chatham Street, New York, menunjukkan bahwa Presiden George Washington menghabiskan dana sekitar $ 200 untuk es krim selama musim panas 1790. Pada 1812, es krim dikreasikan menjadi aneka citarasa dan pertama kalinya dihidangkan di Gedung Putih sebagai makanan penutup. Bahkan, Presiden Thomas Jefferson dikatakan memiliki 18 langkah resep membuat es krim lezat. Pada 1813, Dolley Madison membuat kreasi stroberi es krim yang disajikan pada pesta pelantikan Presiden Madison yang kedua di Gedung Putih. Sampai tahun 1800-an, es krim tetap menjadi menu langka dan eksotis yang dinikmati kebanyakan oleh elit.

Ya, di Amerika es krim merupakan makanan penutup yang paling digemari, apalagi bila ditambahkan biskuit. Pada abad ke-19 ini, es krim makin populer di Amerika seiring dengan penemuan mesin pembuat es krim. Seperti industri Amerika lainnya, produksi es krim meningkat karena inovasi teknologi, termasuk listrik tenaga uap, pendingin mekanis, tenaga listrik dan motor, mesin kemasan, dan proses pembekuan baru serta perlengkapannya.

Es krim di Tiongkok: Yang paling awal mengenalkan es krim dengan bentuk seperti sekarang adalah Kaisar Tang dari Dinasti Shang, Tiongkok. Kaisar Tang adalah raja yang memiliki citarasa tinggi terhadap makanan dan minuman. Masakan Tiongkok dimasa itu betul-betul dibuat menjadi masakan kelas dunia. Saat pelayanmenyajikan es yang baru saja diambil dari saju ang turun, kaisar tidak langsung menyantapnya. Dia meminta pad apelayan untuk mencampur es salju tersebut dengan susu sapi dan tepung. Campuran ini kemudian diaduk hingga membentuk krim. Awalnya es krim terbuat dari es salju yang dicampur lemak susu, buah-buahan dan diberi berbagai macam adonan sehingga lembut dan nikmat.

Di Indonesia sendiri, es krim juga cukup mendapat tempat sebagai menu pencuci mulut. Selain es krim Western (berbahan baku susu), es krim lokal banyak dijajakan di berbagai resto, kafe, atau pedagang kaki lima. Es krim lokal memang tetap memakai susu sebagai komposisi. Namun hanya dalam porsi kecil karena lebih mengutamakan sari buah yang dicampur air atau santan.

Sumber: wawancara dan olah pustaka

Teknologi Pangan UNU Purwokerto: Kreatif, Inovatif, Luar Biasa
Teknologi Pangan UNU Purwokerto: Developing Creative and Innovative Future

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *