SDGS-TEKNOLOGI PANGAN: TANPA KEMISKINAN, TARGET SDGS PERTAMA – MENGAKHIRI KEMISKINAN DALAM SEGALA BENTUK DI MANAPUN

Halal-SDGs Foodtech Future – Dengan pertimbangan bahwa kemiskinan masih menjadi problem di berbagai negara di dunia ini, maka “penghilangan kemiskinan dan kelaparan” pada 2030 menjadi “tulang punggung” dari tujuan agenda pembangunan berkelanjutan. Kemiskinan yang menjadi tujuan utama MDGs kembali menjadi tujuan utama dalam SDGs. Selain karena kemiskinan dan kelaparan masih sebagai problem dunia, menjadikan penghapusan kemiskinan sebagai tujuan utama diarahkan untuk menjamin keberlanjutan capaian MDGs.
Persoalan kemiskinan ditempatkan dalam kerangka multidimensi, yakni melihat kemiskinan dari berbagai dimensi dan memandang penyebab kemiskinan dari berbagai sisi.
Dalam Outcome Document Transforming Our World: The 2030 Agenda For Sustainable Development tujuan mengakhiri kemiskinan menjadi tujuan “utama” dari 17 tujuan yang disepakti dalam SDGs. Tujuan pertama dari 17 tujuan SDGs adalah “Mengakhiri Kemiskinan dalam Segala Bentuk Di Mana Pun” (End poverty in all its forms everywhere). Tujuan utama tersebut harus menjadi tema pembangunan, agenda utama dan berkelanjutan yang melatari berbagai tujuan pembangunan lainnya seperti infrastruktur, pariwisata, pangan dan energi dan lain-lain.
Di dalam RPJPN 2005-2025, masalah kemiskinan dilihat dalam kerangka multidimensi, karenanya kemiskinan bukan hanya menyangkut ukuran pendapatan, melainkan karena menyangkut beberapa hal antara lain: (i) kerentanan dan kerawanan orang atau masyarakat untuk menjadi miskin; (ii) menyangkut ada/tidak adanya pemenuhan hak dasar warga dan ada/tidak adanya perbedaan perlakuan seseorang atau kelompok masyarakat dalam menjalani kehidupan secara bermartabat.

Kavadya Syska, Koordinator Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto yang juga merupakan Koordinator SDGs Center Program Studi Teknologi Pangan menyampaikan bahwa SDGs yang fokus terhadap kemiskinan, kesenjangan, dan lingkungan di Indonesia harus dihiasi dengan program-program sosialisasi bahwa hal-hal ini menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah harus terus meningkatkan rancangan nasional yang fokus terhadap SDGs dengan bekerjasama dengan erat dengan pemerintah daerah untuk rancangan daerah yang tepat dan juga para mitra CSO untuk membantu Pemerintah secara pendanaan dan pelaksanaan. Indonesia berada dalam jalur yang tepat dalam jalur Indonesia menuju SDGs. Masih ada 10 tahun, 8 tujuan stagnan, dan 1 Indonesia bekerjasama untuk dunia yang lebih baik.

Sumber: wawancara dan olah pustaka

Teknologi Pangan UNU Purwokerto: Kreatif, Inovatif, Luar Biasa
Teknologi Pangan UNU Purwokerto: Developing Creative and Innovative Future

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *